Warga RT 05 Kelurahan Timbangan Tagih Janji PT SPF Soal Pencemaran Udara
4 mins read

Warga RT 05 Kelurahan Timbangan Tagih Janji PT SPF Soal Pencemaran Udara


Pewarta : Heri Kusnadi

Kab. Ogan Ilir — Persoalan limbah debu dan bau yang diduga berasal dari aktivitas PT Sumatera Prima Fibreboard (SPF) kembali menjadi sorotan. Dewan Pengurus Daerah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPD PGK) Ogan Ilir bersama masyarakat RT 05 Lingkungan III, Kelurahan Timbangan, Kecamatan Indralaya Utara, secara tegas menagih kepastian penanganan dampak lingkungan yang selama ini dikeluhkan warga.

Penagihan tersebut disampaikan dalam forum diskusi yang digelar pada Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di PT SPF. Forum ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan pertemuan sebelumnya pada 22 Januari 2026, setelah masyarakat menyuarakan keresahan atas debu dan bau yang dinilai mengganggu kenyamanan serta berpotensi berdampak pada kesehatan.

Forum berlangsung dengan pengamanan aparat kepolisian, termasuk kehadiran perwakilan sat intel polres Ogan Ilir, dan berjalan tertib. Namun di balik suasana formal tersebut, masyarakat menyimpan catatan kritis terhadap serangkaian janji yang kembali disampaikan pihak perusahaan.

Manajer Produksi PT SPF, Agung Budiyono, menyatakan bahwa perusahaan tengah menjalankan proyek baru untuk mengatasi persoalan limbah debu dan bau. Proyek tersebut diklaim menggunakan teknologi yang lebih canggih dan saat ini telah mencapai progres sekitar 93 persen. PT SPF menargetkan teknologi tersebut mulai beroperasi paling cepat pada Maret 2026.

Kendati demikian, klaim tersebut belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran warga. Pasalnya, keluhan terhadap dampak limbah disebut telah berlangsung cukup lama, sementara solusi konkret yang benar-benar dirasakan masyarakat dinilai belum terlihat.

Sementara itu, perwakilan pihak management dari kantor PT SPF Jakarta, Dr. Yayan Hadiyat menyampaikan bahwa perusahaan berencana menjalankan program pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat ring satu atau warga yang tinggal di sekitar kawasan pabrik. Program tersebut dijanjikan mulai berjalan dalam satu hingga dua minggu ke depan.

Selain itu, PT SPF juga menyatakan akan mengevaluasi kembali komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR), termasuk membentuk tim khusus yang akan turun langsung ke wilayah terdampak untuk mendengar keluhan warga. Bagi masyarakat, janji tersebut menjadi titik krusial yang menuntut pembuktian nyata.

Dwi Surya Mandala, S.E., Koordinator Aksi sekaligus Ketua DPD PGK Ogan Ilir, menegaskan bahwa pihaknya mengapresiasi forum dialog yang digelar, namun tidak akan berhenti pada tataran diskusi semata.

“Hasil forum ini cukup positif, tapi semuanya masih sebatas komitmen. Kami akan menunggu realisasi proyek teknologi yang dijanjikan beroperasi Maret nanti. Jika pada bulan itu limbah debu dan bau masih dirasakan warga, maka aksi jilid dua dan upaya upaya lain pasti kami lakukan,” tegas Dwi.

Ia juga menyoroti rencana pemeriksaan kesehatan gratis yang dijanjikan perusahaan. Menurutnya, pemeriksaan tersebut harus dilakukan secara serius dengan melibatkan tenaga medis yang kompeten, termasuk dokter spesialis, mengingat potensi dampak kesehatan jangka panjang akibat paparan limbah.

Nada serupa disampaikan masyarakat usai forum diskusi. Warga menyatakan kesiapan untuk menerima program cek kesehatan gratis, namun menekankan agar pelaksanaannya tidak lagi ditunda. Mereka mengingatkan bahwa hingga saat ini belum pernah ada pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang dilakukan langsung oleh pihak perusahaan kepada warga terdampak.

Masyarakat juga mengkritisi minimnya kehadiran langsung pihak perusahaan di tengah warga. Selama ini, menurut warga, PT SPF belum pernah menurunkan tim secara langsung ke permukiman untuk mendengar keluhan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai memperlebar jarak komunikasi antara perusahaan dan warga.

“Jangan menunggu ada korban dulu baru dilakukan cek kesehatan. Kalau bisa secepatnya,” ujar salah seorang warga dalam forum tersebut.

DPD PGK Ogan Ilir turut menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang terjaga, terbuka, dan terorganisir antara PT SPF dan masyarakat. PGK menilai komunikasi yang buruk berpotensi memperbesar konflik sosial dan memperpanjang persoalan lingkungan yang seharusnya bisa ditangani sejak dini.

Forum diskusi ini menandai babak baru dalam polemik limbah PT SPF di Ogan Ilir. Masyarakat kini memasang tenggang waktu yang jelas. Bulan Maret 2026 akan menjadi ujian serius bagi komitmen perusahaan—apakah janji teknologi, program kesehatan, dan evaluasi CSR benar-benar diwujudkan, atau kembali menjadi daftar panjang komitmen yang belum terjawab.

Post Views: 69


News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *