Anak Bukan Properti
Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)
Ini tulisan khusus terkait bagaimana kita memperlakukan anak didik. Dinamika anak didik adalah dinamika yang akan tersambung ke masa depan. Beda dengan dinamika orang dewasa, apalagi orangtua, tersambungnya ke “alam finish”.
Tercantum dalam Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Negara bertanggung jawab memenuhi kebutuhan dasar, menyediakan akses pendidikan, serta memberikan perlindungan sosial agar anak-anak tersebut hidup layak.
Sekolah negeri adalah diantara wajah negara/pemerintah yang harus ambil bagian dalam memberikan perlindungan sosial dan pendidikan. Termasuk bila ada anak yang rawan demotivasi, masalah keluarga dan rawan putus sekolah. Maka sekolah negeri harus ambil bagian memberi solusi dan perlindungan.
Sekolah pun tentu kolaborasi dengan terutama sekolah negeri lainnya sebagai representasi dari pemerintah. Siapa pun, semua orang dewasa harus ambil bagian untuk memberi dukungan, layanan dan perbaikan mentalitas semua anak didik. Terutama para pendidik dan dunia sekolahan.
Konflik orang dewasa, keluarga dan bahkan dinamika politik di sebuah negeri sejatinya tidak mendampak pada anak. Anak adalah kehormatan bersama, kehormatan masa depan bangsa, bukan hanya keluarga, sekolah dan pribadi. Mari kita berpikir jernih betapa diantara ibadah terbaik adalah menjaga amanah Tuhan dalam jenis makhluk manusia, yakni anak.
Anak jangan diibaratkan properti yang bisa diperebutkan, diperlakukan bagai barang dan dianggap milik pribadi. Anak adalah amanah Tuhan, milik negara dan pewaris masa depan bangsa. Semua orang dewasa sejatinya “berhamba” pada semua anak. Didiklah sampai Ia dewasa dan mandiri dengan potensi terbaik dirinya.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.