TINTAHIJAU.com – Portal Berita Generasi Milenia
3 mins read

TINTAHIJAU.com – Portal Berita Generasi Milenia

ASSEN, TINTAHIJAU.com – Kabar kurang sedap datang dari pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama. Mengikuti seri kesepuluh Moto3 di Sirkuit Assen, Belanda, pada Minggu (28/6/2026) sore WIB, pembalap tim Honda Team Asia ini harus menyudahi balapan lebih awal setelah mengalami kecelakaan (crash) di lap kedelapan.

Balapan bertajuk Moto3 Belanda 2026 ini dijadwalkan berlangsung sengit sepanjang 20 putaran. Veda sebenarnya memulai balapan dari posisi yang cukup menguntungkan, yakni di urutan ketujuh (P7).

Sempat Merangsek ke Barisan Depan dan Incar Podium

Meski mengawali balapan dengan baik, jalannya lap pertama sempat membuat posisi Veda melorot ke urutan ke-9. Namun, pembalap berusia 17 tahun tersebut langsung menunjukkan performa agresif demi memperbaiki posisinya.

  • Lap Ketiga: Veda berhasil melakukan peningkatan luar biasa dengan menembus posisi ke-5 (P5), bahkan sebelum lap ketiga berakhir, ia sukses merangsek hingga ke posisi ke-3 (P3).
  • Lap Keempat: Ketangguhan pembalap Indonesia ini semakin terlihat saat ia berhasil menyalip Maximo Quiles untuk merebut posisi kedua (P2). Veda bahkan sempat terlibat duel sengit dengan David Almansa dalam perebutan pimpinan balapan terdepan.

Drama Penurunan Posisi hingga Terjadinya Crash

Sayangnya, persaingan ketat di sirkuit legendaris Assen ini berjalan sangat dinamis dan penuh risiko. Memasuki lap ketujuh, posisi Veda kembali melorot ke urutan ke-4 setelah dilewati oleh Quiles dan Hakim Danish. Keadaan semakin sulit bagi Veda ketika dirinya tergelincir hingga ke posisi ke-8 sebelum lap ketujuh usai.

Petaka akhirnya benar-benar datang di lap kedelapan:

Motor Veda Ega Pratama tergelincir hebat di lintasan. Insiden ini memaksa Veda untuk masuk ke dalam pit lebih cepat dan tidak bisa melanjutkan jalannya balapan.

Dengan hasil ini, Veda harus rela menyudahi perjuangannya di Moto3 Belanda 2026 tanpa membawa pulang poin, meskipun sempat menunjukkan performa gemilang dan berpeluang besar mengamankan podium di awal-awal lap.

Sumber: detikSport


PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *