TINTAHIJAU.com – Portal Berita Generasi Milenia
SUBANG, TINTAHIJAU.COM — Aktivitas galian tanah merah di wilayah Saradan, Kecamatan Pagaden Barat, kembali menjadi sorotan. Pengelola usaha, Syahroni, melalui CV Lukman Hakim, menyampaikan klarifikasi sekaligus sikapnya terkait operasional yang tengah berjalan.
Ia menegaskan, usaha yang dijalankannya tidak lepas dari kebutuhan proyek nasional dan tetap berupaya mengikuti regulasi yang berlaku. Syahroni juga meminta adanya kepastian hukum dari pemerintah daerah agar aktivitas usaha dapat berjalan tanpa polemik.
Syahroni menjelaskan, dirinya telah mengelola galian tersebut selama kurang lebih dua tahun, melanjutkan pengelolaan sebelumnya. Menurutnya, lokasi Saradan memiliki peran penting dalam menyuplai material untuk proyek berskala nasional.
“Kenapa saya mengambil di Saradan? Karena saat itu saya diberi tawaran kontrak oleh Proyek Strategis Nasional, tepatnya di Paket 2: Waskita, Brantas, dan PP Precision. Sekarang saya juga bekerja sama dengan BPT dan BWSP,” ujar Syahroni kepada awak media, Minggu (3/5/2026).
Terkait perizinan, Syahroni tidak menampik bahwa usahanya masih berada dalam tahap eksplorasi. Ia menilai, kondisi tersebut merupakan bagian dari proses menuju legalitas penuh, bukan bentuk pengabaian terhadap aturan.
“Kami tidak bilang bahwa kami sudah sepenuhnya legal. Kami paham betul aturan. Saat ini kami baru tahap eksplorasi, artinya satu tahap lagi menuju izin penjualan. Namun, karena tekanan kebutuhan raw material tanah merah untuk proyek strategis nasional yang ditargetkan selesai tahun 2026, kami terus beroperasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Syahroni menyatakan kesiapannya untuk memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Ia menyebut, pihaknya terbuka untuk memenuhi kewajiban pajak maupun skema kontribusi lainnya, selama ada kejelasan mekanisme dari pemerintah.
“Berapa kontrak kami, berapa kubik material yang tersedia, kami siap untuk membayar pajak. Entah itu pajak atau kontribusi ke pemerintah daerah, kami butuh kepastian itu. Kami ingin membangun Subang dan siap mendukung arahan Pak Bupati maupun Pak Gubernur,” tegasnya.
Menanggapi keluhan masyarakat, terutama terkait lalu lintas dan debu, pihaknya mengaku telah melakukan sejumlah langkah mitigasi secara mandiri. Upaya tersebut meliputi pemasangan lampu penerangan jalan tanpa bantuan Dinas Perhubungan (Dishub), pengecoran akses keluar galian agar tidak mengotori jalan umum, serta dukungan terhadap pengaturan jam operasional angkutan.
“Terkait jam operasional, saya sangat setuju. Saya juga orang Subang dan merasakan betul jika truk mengganggu aktivitas warga di jam-jam tertentu. Jika ada supir yang bandel, kami dari manajemen siap berkomitmen memperbaikinya,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Syahroni berharap adanya ruang dialog antara pemerintah daerah dan para pelaku usaha galian. Ia menilai, kepastian regulasi penting agar tidak muncul persepsi negatif di tengah masyarakat.
“Kami mohon kepada Pak Bupati dan Pak Gubernur untuk memberikan kepastian yang jelas. Jangan sampai usaha kami seolah-olah berbenturan dengan pemerintah. Kami tidak mau ada opini publik bahwa pengusaha ‘main’ dengan Camat atau Bupati. Kami murni ingin berusaha dan berkontribusi,” pungkasnya.
Ia juga menyatakan kesiapannya untuk berdialog langsung dengan pimpinan daerah guna membahas legalitas serta tata kelola usaha galian tanah merah demi kelancaran pembangunan di Kabupaten Subang.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.